KOMPAS.com – Pemerintah Thailand mengumumkan pada Rabu (30/12/2020) bahwa seluruh makanan dan minuman akan dilarang pada penerbangan domestik mulai malam Tahun Baru atau 31 Desember 2020.

Melansir Simple Flying, Rabu (30/12/2020), maskapai juga akan dilarang membagikan majalah dan koran untuk mengurangi penyebaran Covid-19. Larangan ini berlaku pada penerbangan yang kurang dari dua jam.

Seperti pemberitaan The Independent pada Rabu (30/12/2020), Civil Aviation Authority of Thailand (CAAT) telah melarang makanan dan minuman pada seluruh rute penerbangan domestik di Thailand.

Baca juga: Thailand Punya Program Wisata untuk Cari Jodoh, Seperti Apa?

“Dilarang makan dan minum selama penerbangan. Dalam keadaan darurat, kru pesawat dapat mempertimbangkan untuk memberi air minum kepada penumpang di area sejauh mungkin dari penumpang lain,” kata pengumuman CAAT, mengutip Simple Flying.

Meski majalah dan koran dilarang dibagikan, dokumen terkait keselamatan penumpang tetap tersedia.

Sementara itu, jarak tempat duduk tidak diperlukan. Namun, penumpang dan kru wajib memakai masker selama penerbangan.

Baca juga: Kini Thailand Izinkan Seluruh Turis Asing Ajukan Visa Turis Spesial

Aturan yang mulai berlaku sejak 31 Desember 2020 menyebutkan, saat ini penyebaran Covid-19 di banyak daerah semakin meningkat.

Pemerintah Thailand telah menetapkan langkah-langkah kesehatan masyarakat untuk meningkatkan pelaksanaan pengawasan dan pencegahan penyakit. Sejak krisis Covid-19 mulai, Thailand telah mencatat 6.700 kasus.

Sempat dicabut pada September 2020

Sebelumnya, seluruh penerbangan komersial di Thailand ditangguhkan pada akhir April saat pandemi merebak.

Kendati demikian, penerbangan domestik diizinkan untuk beroperasi kembali pada 1 Mei 2020. Namun, makanan dan minuman dilarang bersamaan dengan penjualan suvenir.

Baca juga: Resor di Thailand Gugat Turis AS karena Ulasan Negatifnya di Tripadvisor

Pada 3 September, CAAT mencabut larangan makan dan minum dalam penerbangan dengan langkah keamanan yang ketat yang harus diikuti oleh maskapai penerbangan.

Namun, kasus Covid-19 yang meningkat lagi membuat pemerintah Thailand memutuskan untuk berlakukan kembali larangan tersebut hingga informasi lebih lanjut.