MALANG, KOMPAS.com – Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Batu, Jawa Timur tidak berpengaruh signifikan terhadap aktivitas pariwisata.

Berbagai tempat wisata tetap beroperasi dengan standar protokol kesehatan yang sudah dijalankan sebelumnya.

“Normal seperti biasa. Karena kami sudah terbiasa dengan prokes ketat untuk hotel dan pariwisata. Cuman jam tutup restoran aja yang harus lebih awal tutup, pukul 20.00 WIB,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia ( PHRI) Kota Batu Sujud Hariadi melalui pesan singkat, Senin (11/1/2021).

Baca juga: 8 Tempat Wisata Sekitar Songgoriti di Kota Batu, Candi sampai Onsen

Kuota maksimal kunjungan tetap sama, yakni 50 persen dari total kapasitas. Kendati demikian, sampai sejauh ini jumlah wisatawan yang datang tidak pernah sampai pada kuota maksimal tersebut.

Sebelumnya, Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko menyampaikan bahwa kondisi pariwisata di Kota Batu masih terpuruk. Kunjungan wisata sejak dibuka kembali di masa pandemi hanya berkisar 10 hingga 20 persen dari total kapasitas.

Hal itu yang menjadi alasan tempat wisata di Kota Batu tetap dibuka dengan kuota maksimal 50 persen meski ada PPKM.

“Kalau melihat situasi kondisi Kota Batu, tadi saya mendapat laporan kunjungan baik hotel maupum tempat wisata, itu jauh dari target. Kayak Selecta, itu cuma 10 persen, terus Jatim Park 20 persen, sehingga itu tidak jadi masalah kerumunan. Padahal mereka mentargetkan 50 persen itu masih bisa,” kata Dewanti pada Jumat (8/1/2021).

Baca juga: 5 Wisata Instagramable di Sekitaran Kota Malang, Ada Batu Love Garden

Diketahui, Kota Batu menyimpan banyak destinasi wisata. Karenanya, banyak wisatawan yang menjadikan Kota Batu sebagai pilihan untuk berlibur.

Sementara itu, Kota Batu dan daerah lainnya di Malang Raya menjadi sasaran pelaksanaan PPKM oleh pemerintah pusat untuk mengendalikan kasus Covid-19.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Kota Batu, jumlah kasus Covid-19 hingga Minggu, 10 Januari 2021 sebanyak 1099 orang. Rinciannya, sembuh sebanyak 963 orang, meninggal sebanyak 90 orang dan masih aktif sebanyak 46 orang.